Category Archives: Uncategorized

Green Gone Wrong

This video is a colaboration between EngageMedia, GloW Alliance and Jaringan Video Maker Independen (JAVIN).

In this day and age, people in Indonesia, particularly Jakarta, are jumping on the “green” trends bandwagon in a quest to save the Earth from the effects of global warming. Unfortunately, many misunderstand the essentials of going green, and take the term too literally – by wearing shirts with environment messages, joining popular environment groups, and basically wearing all kinds of green accessories. And on a higher level, people start buying biofuel products made from palm oils for their vehicles. Whilst biofuel itself is indeed producing significantly less CO2 emissions, the industry continues to sacrifice hectares of forests daily, destroying the very essence of saving the planet.

Click to watch the video: Green Gone Wrong

Time for Reel Action

Time For Reel Action (T4RA) is a video compilation of Asia-Pacific Climate Change stories that explores the impacts, the action and the Climate solutions emerging from the region.

The T4RA program is developing strategic partnerships with groups focused on climate change issues to both integrate video into their online strategies and to further support the aims of their campaigns.

There are thousands of urgent climate stories in the Asia-Pacific. T4RA harnesses the potential of video and the web to amplify these stories and their demands for action.

T4RA  reveals deeply personal concerns amongst film-makers across the Asia-Pacific, from the people of Sungai Utik in Kalimantan, struggling to maintain their farms in the face of drastic decline in rainfall, to the impacts of climate change on the coastal communities of Somoa.

View / download the T4RA videos below, subscribe to the video podcast or download the entire compilation via bit-torrent (includes Indonesian sub-titles).

Purchase one of more copies of the T4RA DVD at AUD$15 (+GST for Australian orders) via PayPal (inclusive of postage and handling to anywhere). All monies received is allocated to our Climate Crisis program supporting strategic distribution workshops for climate activists in Asia-Pacific.

The T4RA DVD and online compilation has been produced with the assistance of HiVOS, in collaboration with Friends of the Earth, Glow Alliance and Javin.

Launch of SEL 49 and Time for Reel Action Screening

GloW Alliance bersama EngageMedia dan Jaringan Video-Maker Independen (JAVIN) dengan senang hati mengumumkan bahwa, SEL 49 akan segera beroperasi. Ruangan ini diharapkan akan menjadi ruang alternatif bagi teman-teman pembuat video independen, komunitas lain yang beraktivisme lewat video, serta semua yang ingin memberi perubahan positif untuk planet ini.

Kami mengundang teman-teman untuk datang dan berkenalan dengan atap baru kami pada:

Hari/Tanggal: Jumat, 11 Desember 2009

Jam : 19.00 – 22.00

Tempat: Jl. Sawah Lunto No. 49, Jakarta Selatan

Selain pembukaan sederhana SEL 49, kami juga mengajak teman-teman untuk datang dan menyaksikan layar tancap “Time for Reel Action” yang akan kami gelar di depan pondokan.

Detail Layar Tancap:

“Time For Real Action”

Sebuah kompilasi film-film perubahan iklim yang diprakarsai oleh EngageMedia. Video ini merespon konferensi iklim COP 15 di Copenhagen, Denmark yang diharapkan akan membawa solusi atas perubahan iklim yang sedang kita rasakan bersama. Salah satu dari kompilasi itu adalah film “Green Gone Wrong” yang diproduksi EngageMedia dan kelompok greakan lingkungan GloW Alliance yang menggambarkan kultur “hijau” di Jakarta dan persepsi mengenai biofuels. Kompilasi “Time for Reel Action” juga akan disebarkan langsung oleh tim EngageMedia menjelang rapat di Kopenhagen, Denmark, dan diputar di waktu yang bersamaan di Australia, Indonesia dan Denmark. Video ini adalah bentuk kepedulian kami dari komunitas film untuk permasalahan perubahan iklim.

Di malam ini, GloW Alliance juga akan mengajak peserta untuk ikut menyalakan lilin bersama – sebuah aksi kepedulian yang dilakukan di berbagai negara di hari yang sama.

Acara ini akan didukung oleh para artis independen dari berbagai generasi.

JOSS (Jakarta Organize Sound System) present:

* Indo Beatbox

* Rustique Kollektiv

* Jalan Surabaya (Uncle Ho, Bellal, Rentjong)

* Nova Ruth

* Toto Tewel

The New GloW is Back

GloW Alliance: Save the Earth Indonesia is back dengan semangat baru! Tunggu update segala macam kegiatan baru kami dan mari kita sama-sama menyelamatkan bumi Indonesia!

KTT G8 Berakhir

Oleh: Peter Phillipp dari Heiligendamm

KTT di Heiligendamm berakhir dengan beberapa kesepakatan, diantaranya komitmen bersama untuk mengambil langkah lanjutan pasca Protokol Kyoto dan bantuan untuk Afrika.

Tahun lalu dalam pertemuan negara-negara industri maju di St.Petersburg Rusia, Kanselir Jerman Angela Merkel merupakan wajah baru dalam lingkaran G8. Namun kini, satu tahun sesudahnya, ia menjadi tuan rumah pertemuan akbar tersebut. Di kawasan wisata mewah pemandian tua Jerman, Heiligendamm, Merkel menyatakan kepuasannya, atas hasil-hasil kesepakatan KTT G8, yang telah ditutup Jumat kemarin.

“Saya dapat mengatakan bahwa pertemuan ini berhasil. Karena menurut saya telah ada keputusan dalam skala besar, untuk berbagai isu inti Jerman sebagai pemimpin G8. Kita telah bertekad membahas tema pertumbuhan dan tanggung jawab dalam berbagai dimensi. Dan kami berhasil, memasukannya secara tegas dengan berbagai bentuk dalam dokumen penutup G8.”

Tema-tema yang dimaksud adalah soal kesepakatan yang diambil sehubungan upaya memperlambat perubahan iklim dan membantu Afrika. Negara-negara maju sepakat untuk mengambil langkah pasca Protokol Kyoto, dengan kerangka Perserikatan Bangsa-bangsa. Meski tidak menaruh target yang pasti batasan emisi yang harus dipotong.

“Titik keberhasilannya terletak pada bahwa misi perundingan yang jelas, dengan berdasarkan mekanisme Perserikatan Bangsa-bangsa. Juga negara-negara yang dalam KTT G8 menjadi tamu, seperti India, Cina, Meksiko, Brasilia, dan Afrika Selatan, juga telah menyatakan dengan tegas bahwa mereka merasa wajib terikat dalam mekanisme tersebut. „

Kini Perserikatan Bangsa-bangsa yang akn menjadi lokomotifnya. Dimana PBB akhir tahun ini akan menggelar konfrensi perubahan iklim internasional di Bali.

Dalam pertemuan KTT G8, para pemimpin G8 setuju untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan berjanji untuk membahas kesepakatan baru apa yang akan dilakukan setelah Protokol Kyoto. Namun sayangnya Merkel tidak mampu meyakinkan G8 untuk menargetkan pengurangan emisi rumah kaca 50 persen hingga tahun 2050 mendatang.

Sementara untuk Afrika, disepakati pengucuran dana bantuan untuk memrangi AIDS, malaria dan TBC alias tuberkolose.. Namun belum jelas juga kapan tanggal waktu pencairan dana tersebut.

Sementara untuk penyelesaian Kosovo, para pemimpin gagal memecah kebuntuan menetapkan kemerdekaan provinsi di Serbia itu. Sementara untuk kasus atom Iran. Para pemimpin negara-negara maju mendesak negara itu untuk tidak mengabaikan peringatan PBB.

Di bidang ekonomi, para pemimpin negara-negara maju sepakat untuk lebih fleksibel dalam perumusan perdagangan bebas, agar dapat memecah kebuntuan perundingan Putaran Doha.

Sementara itu di luar arena KTT G8, Jumat kemarin, helikopter-helikopter kepolisian sibuk memaksa turun balon udara LSM pemerhati lingkungan Greenpeace yang mengibarkan petisi di udara. Mereka sengaja memakai cara itu, agar dapat dilihat oleh para pemimpin negera-negara G8, Greenpeace menagih janji G8 untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Sementara itusejumlah pendemo menanggalkan busana mereka dan melompat ke Laut Baltic, di depan pusat media KTT G8 di Kuehlungsborn, sebelah barat Heiligendamm. Sebagian diantara mereka ditahan kepolisian. Di kota tetangga Rostock, polisi pun disibukkan oleh aksi ribuan demonstran penentang KTT G8, yang melakukan reli damai, dalam mengakhiri aksi pemblokiran jalan.

Glenn on GloW

Kabar gembira!

Kemarin malam saya, Christa & Boyke ngobrol lama dengan Glenn Fredly. Hasilnya, doi mau ikutan cuap2 mengenai pemanasan global, dan yang lebih hebat lagi, kami sempat didengarkan lagu barunya dia (masih di cd demo) yang berbau kampanye kita. Semalam Glenn juga cukup antusias ingin berikan kita izin untuk gunakan lagu itu di kampanye2 kita (entah di film, radio atau TV). So, mudah2an kita bakal punya theme song ya.

Btw, ini lagu yang didengarkan kemarin, coba aja mainkan pakai kunci F, kalo enggak kunci Inggris aja 🙂

Rico

PEDULI

Hati gelisah melihat dunia merana
Apa kau rasa hal yang sama, musim berganti
Alam tak lagi berseri …
Teriknya panas menjadi …

Apakah kita peduli demi masa depan nanti
Dunia rumah kita sendiri …
Apakah kita peduli demi anak cucu nanti
Dunia rumah kita sendiri …

Lihatlah ini perbuatan kita sendiri
Sayangi bumi hari ini …

Greenpeace SolarGeneration tantang pemerintah dunia untuk pilih solusi energi bersih & aman

Nur Hidayati, Juru kampanye iklim dan Energi, Greenpeace Asia Tenggara

“Pesan kami jelas: kita harus pilih solusi energi yang bersih dan aman — yang lain hanya akan memperdayai generasi penerus bumi”.

Greenpeace dan duta-duta SolarGeneration merilis tantangan tersebut kepada para pemerintah dunia kemarin bersamaan dengan presentasi mereka bersangkutan dengan solusi-solusi energi terbarukan dan efisiensi energi pada acara pembukaan “UN’s Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) Working Group III” di Bangkok.

SolarGeneration, pelajar-pelajar yang berkampanye untuk pemakaian energi terbarukan yang lebih luas di seluruh dunia, menyampaikan pesan di atas ketika mereka bertemu dengan Ketua IPCC Dr. Rajendra Pachauri ketika beliau menjadi tamu khusus di kios SolarGeneration mereka yang berlokasi dekat dengan tempat pertemuan di UN Convention Center. Dr Pachauri berbicara langsung dengan pelajar-pelajar dari Thailand, India, Indonesia, Filipina, Cina, Jerman and Prancis, di mana beliau mengakui pentingnya keterlibatan generasi muda dalam isu-isu perubahan iklim.

“Satu-satunya solusi untuk perubahan iklim yang kita inginkan adalah yang bisa menjamin masa depan yang aman dan lebih baik. Pemerintah-pemerintah dunia semestinya tidak perlu menimbang proposal-proposal yang menghasilkan lebih banyak kerugian daripada keuntungan,” ungkap seorang anggota SolarGeneration dari Filipina, Karla de Guia. “Kami percaya bahwa hanya energi terbarukanlah satu-satunya solusi yang sempurna.”

IPCC bertemu di Bangkok untuk mendiskusikan rekomendasi rekomendasi kebijakan dalam rangka mengatasi perubahan iklim. Hasil pertemuan tersebut akan diungkapkan dalam sebuah laporan untuk publik pada akhir pertemuan di hari Kamis. Beberapa agensi media telah melaporkan bahwa opsi-opsi yang diperkirakan akan disampaikan dalam pertemuan tersebut berkisar dari efisiensi energi dan energi terbarukan, sampai teknologi yang berpotensi bahaya dan belum teruji seperti energi nuklir hingga penyerapan dan penyimpanan karbon.

Greenpeace meminta kepada para pemerintah di seluruh dunia untuk segera mengambil tindakan tegas untuk merevolusi produksi serta konsumsi energi global dalam menghadapi peringatan-peringatan yang mengkhawatirkan sehubungan dengan perubahan iklim yang telah dikeluarkan setelah dua
pertemuan IPCC di tahun ini.

“Satu-satunya solusi yang dapat diterima adalah adaptasi masal terhadap energi yang bersih dan terbarukan, serta adaptasi masal juga terhadap efisiensi energi. Greenpeace telah menunjukkan bahwa dunia bisa hidup dengan energi yang aman dan terbarukan, dan bahwa kita dapat mencapai target efisiensi yang diperlukan. Kita dapat melakukan semua ini bahkan bersamaan waktu dengan proses penghapusan pemakaian sumber energi berbahaya dan merusak lingkungan seperti batubara dan nuklir. Dan kita harus mulai sekarang juga,” kata Juru Kampanye Iklim dan Energi se-Asia Tenggara untuk Greenpeace, Tara Buakamsri.

Minggu yang lalu Greenpeace telah meluncurkan sebuah laporan berjudul ‘Energy [R]evolution: A sustainable East Asia Energy Outlook’ yang menjabarkan bagaimana pemakaian energi terbarukan, bersamaan dengan efisiensi yang dihasilkan oleh budaya hemat energi, dapat mencukupi setengah dari kebutuhan energi dunia hingga pada tahun 2050.

Laporan tersebut hadir di saat banyak negara-negara di Asia yang mewacanakan berbagai alternatif-alternatif lain untuk menghindari pemakaian sumber-sumber energi dari fosil yang berbahaya. Pendukung-pendukung muda SolarGeneration mendorong pemerintah mereka untuk memilih kebijakan energi yang benar.

“Saat ini pemerintah negara saya sedang mendorong dibangunnya pembangkit listrik tenaga nuklir. Namun saya tidak ingin adanya pembangkit nuklir di negara saya maupun di negara-negara lain karena itu sangat tidak aman dan berbahaya. Kebijakan tersebut tidak baik untuk masa depan,” ungkap Ivy Londa seorang anggota SolarGeneration dari Indonesia.