KTT G8 Berakhir

Oleh: Peter Phillipp dari Heiligendamm

KTT di Heiligendamm berakhir dengan beberapa kesepakatan, diantaranya komitmen bersama untuk mengambil langkah lanjutan pasca Protokol Kyoto dan bantuan untuk Afrika.

Tahun lalu dalam pertemuan negara-negara industri maju di St.Petersburg Rusia, Kanselir Jerman Angela Merkel merupakan wajah baru dalam lingkaran G8. Namun kini, satu tahun sesudahnya, ia menjadi tuan rumah pertemuan akbar tersebut. Di kawasan wisata mewah pemandian tua Jerman, Heiligendamm, Merkel menyatakan kepuasannya, atas hasil-hasil kesepakatan KTT G8, yang telah ditutup Jumat kemarin.

“Saya dapat mengatakan bahwa pertemuan ini berhasil. Karena menurut saya telah ada keputusan dalam skala besar, untuk berbagai isu inti Jerman sebagai pemimpin G8. Kita telah bertekad membahas tema pertumbuhan dan tanggung jawab dalam berbagai dimensi. Dan kami berhasil, memasukannya secara tegas dengan berbagai bentuk dalam dokumen penutup G8.”

Tema-tema yang dimaksud adalah soal kesepakatan yang diambil sehubungan upaya memperlambat perubahan iklim dan membantu Afrika. Negara-negara maju sepakat untuk mengambil langkah pasca Protokol Kyoto, dengan kerangka Perserikatan Bangsa-bangsa. Meski tidak menaruh target yang pasti batasan emisi yang harus dipotong.

“Titik keberhasilannya terletak pada bahwa misi perundingan yang jelas, dengan berdasarkan mekanisme Perserikatan Bangsa-bangsa. Juga negara-negara yang dalam KTT G8 menjadi tamu, seperti India, Cina, Meksiko, Brasilia, dan Afrika Selatan, juga telah menyatakan dengan tegas bahwa mereka merasa wajib terikat dalam mekanisme tersebut. „

Kini Perserikatan Bangsa-bangsa yang akn menjadi lokomotifnya. Dimana PBB akhir tahun ini akan menggelar konfrensi perubahan iklim internasional di Bali.

Dalam pertemuan KTT G8, para pemimpin G8 setuju untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan berjanji untuk membahas kesepakatan baru apa yang akan dilakukan setelah Protokol Kyoto. Namun sayangnya Merkel tidak mampu meyakinkan G8 untuk menargetkan pengurangan emisi rumah kaca 50 persen hingga tahun 2050 mendatang.

Sementara untuk Afrika, disepakati pengucuran dana bantuan untuk memrangi AIDS, malaria dan TBC alias tuberkolose.. Namun belum jelas juga kapan tanggal waktu pencairan dana tersebut.

Sementara untuk penyelesaian Kosovo, para pemimpin gagal memecah kebuntuan menetapkan kemerdekaan provinsi di Serbia itu. Sementara untuk kasus atom Iran. Para pemimpin negara-negara maju mendesak negara itu untuk tidak mengabaikan peringatan PBB.

Di bidang ekonomi, para pemimpin negara-negara maju sepakat untuk lebih fleksibel dalam perumusan perdagangan bebas, agar dapat memecah kebuntuan perundingan Putaran Doha.

Sementara itu di luar arena KTT G8, Jumat kemarin, helikopter-helikopter kepolisian sibuk memaksa turun balon udara LSM pemerhati lingkungan Greenpeace yang mengibarkan petisi di udara. Mereka sengaja memakai cara itu, agar dapat dilihat oleh para pemimpin negera-negara G8, Greenpeace menagih janji G8 untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Sementara itusejumlah pendemo menanggalkan busana mereka dan melompat ke Laut Baltic, di depan pusat media KTT G8 di Kuehlungsborn, sebelah barat Heiligendamm. Sebagian diantara mereka ditahan kepolisian. Di kota tetangga Rostock, polisi pun disibukkan oleh aksi ribuan demonstran penentang KTT G8, yang melakukan reli damai, dalam mengakhiri aksi pemblokiran jalan.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s